Dimitri Payet bersikeras bahwa dirinya tidak iri dengan kekuatan raksasa Ligue 1 Paris Saint-Germain bahkan penyerang Marseille tersebut mengakui bahwa dia sedang bermain untuk “klub terbesar” di Prancis.

Dimitri Payet Marseille saat cetak gol pertama di Marseille

Dimitri Payet Marseille saat cetak gol pertama di Marseille

Memang kedua kubu akan bertemu di Parc des Princes pada hari Senin besok pukul 03.00 WIB  dalam ajang kompetisi Ligue 1 yang memasuki putaran ke 27 musim ini, sebelum akirnya mereka akan bertemu lagi empat hari kemudian dalam kompetisi Coupe de France, yang memasuki babak perempat final.

PSG mungkin memiliki rakit oleh bebagai pemain bintang internasional, bahkan pemain dengan transfer termahal di dunia saat ini yaitu Neymar. Mereka pun telah mendominasi kompetisi domestik di Prancis dalam beberapa tahun terakhir, namun Marseille tetap memiliki dukungan luar biasa dari para penggemarnya dimana mereka merupakan satu-satunya klub Ligue 1 yang telah memenangkan Liga Champions.

Kedua kubu selalu bersaing ketat selama bertahun-tahun dan membuat Payet tetap pada pendiriannya bahwa ia sedang bermain untuk klub terbesar di Prancis. Ia mengatakan. “Saya sudah mengatakannya sebelumnya, saya bermain untuk klub Prancis terbesar. Dan terlebih lagi, kami adalah sebuah tim. Kami telah melihat bahwa baru-baru ini bermain sebagai tim lebih penting dibandingkan memiliki banyak individu (yang menonjol). “.

Memang PSG telah memimpin komepetisi Ligue 1 dengan 11 poin dari posisi kedua yang diisi oleh Monaco sementara dengan Marseille terpaut 13 poin, namun ada beberapa pihak yang memprediksi bahwa mereka mungkin akan lebih fokus pikiran mereka pada pertandingan leg kedua babak 16 versar Liga Champions melawan Real Madrid dalam 10 hari mendatang.

Dimitri Payet saat menghadapi PSG

Dimitri Payet saat menghadapi Paris Saint Germain

“Kami akan mendekati pertandingan dengan cara kami yang berbeda,”  ungkap Payet, “Saya tidak akan menyalahkan mereka jika mereka lebih suka mengalahkan Real Madrid dibanding kami besok. Jika mereka ingin membiarkan kami menang, tidak masalah, kita akan mengambil tiga poin. “.

Namun sepertinya harapan itu sulit terwujud oleh Dimitri Payet karena dengan cara apapun PSG akan tetap berusaha memenangkan pertandingan dengan berbagai cara, dan menganggapnya sebagai latihan sebelum menghadapi Madrid. Walaupun Ia tidak iri dengan kekuatan Paris Saint Germain, dan mengakui bahwa dia sedang bermain untuk “klub terbesar” di Prancis, namun kenyataannya PSG juga tetap solid dengan catatan tajam mereka didepan gawang dan solid dilini belakang.