Robert Lewandowski, Bayern Munich

Robert Lewandowski Bayern Munich

Robert Lewandowski bergabung bersama Bayern Munich pada musim panas 2014, secara gratis setelah meninggalkan Borussia Dortmund. Pasalnya sang pemain memang telah berniat meninggalkan klub yang telah dibelanya selama empat tahun, dan tak inign memperpanjang kontraknya walaupun Dortmund masih membutuhkannya.

Memang saat itu Lewandowski telah membulatkan tekadnya bahkan dengan menandatangani perjanjian kontrak enam bulan sebelum masa baktinya berakhir. Padahal Dortmund telah menahannya bahkan ia pun lebih rela melepaskanya secara gratis dibandingkan harus menguangkannya.

Lewandowski pun juga tampil cemerlang diklub barunya, dimana ia telah memperkuat posisinya di klub sepak bola Jerman dan menjadi salah satu yang paling sukses.

Setelah menikmati lagi gelar juara di musim perdananya pada kampanye 2014/15, dia juga tampil memukau dimusim keduanya diamana Ia menjadi pemain pertama sejak tahun 1977 yang melewati 30 gol di Bundesliga, menempati peringkat kedua yang sebelumnya dipegang oleh Gerd Muller.

Di antara koleksi golnya di musim 2015/16 lalu, ia sempat mencetak lima gol saat timnya menghadapi Wofsburg dan menghasilkan kemenangan 5-1, bahkan sempat membuat namanya di Guinness World Records untuk mencetak gol terbanyak setelah menjadi pemain pengganti di Bundesliga (lima); hat-trick tercepat Bundesliga (tiga menit dan 22 detik); empat gol tercepat dalam pertandingan Bundesliga (lima menit dan 42 detik) dan lima gol tercepat dalam pertandingan Bundesliga (delapan menit dan 59 detik).

Dia juga mencatat gol tercepat di Bundesliga dibadning dari pemain asing lainnya, hanya dalam 168 penampilan, dimana saat ini ia menempati urutan kedua dibandingkan Claudio Pizarro dari Peru (191) dalam daftar pencetak gol terbanyak Bundesliga

Namun untuk semua kesuksesannya, tidak ada ego yang meningkat. Ia pun sempat meraih medali perunggu di Piala Dunia Karate 2009 – dan Lewandowski sedikit sekali memiliki ornamen selebriti yang terkait dengannya diluar lapangan.

“Dia adalah pemain paling profesional yang pernah saya temui,” kata mantan pelatih Bayern Munich yang kini mengasuh Manchester City, Pep Guardiola. “Di kepalanya, dia hanya memikirkan makanan, tidur dan latihan yang tepat selama 24 jam sehari.  Dia selalu ada, tidak pernah cedera, karena dia memusatkan perhatian pada hal-hal ini. Dia selalu tahu apa yang penting dalam kondisi terbaik.”.