Laurent Blanc, France Coach, PSG

Laurent Blanc France Coach

Belum lama ini mantan pelatih timnas Prancis yaitu Laurent Blanc, telah menjelaskan mengapa dirinya menolak untuk mengisi posisi pembinaan timnas Amerika Serikat yang kosong. Meskipun hingga saat ini Ia belum memiliki pekerjan, Ia juga selektif untuk mengasuh tim sepak bola yang akan dibinanya.

Blanc sebelumnya sempat menjadi pemain beberapa klub papan atas Eropa seperti Napoli, Barcelona, Inter Milan dan Manchester United. Ia pun sempat menjadi pelatih di Bordeaux, timnas Prancis dan terakhir mengomandoi Paris Saint Germain sebelum digantikan oleh Unai Emery di musim lalu. Kini ia belum memegang klub manapun

Meskipun demikian, pelatih berusia 52 tahunt tersebut akan sulit kembali ke jabatan internasionalnya membela negara lain, dan telah menggarisbawahi peran selanjutnya yang ideal berada di klub sepak bola.

Menurut agennya, timnas Amerika tersebut sempat mendekati Blanc untuk mengambil alih posisi kepelatihan menyusul pengunduran diri Bruce Arena pada bulan Oktober lalu. namun Blanc kemudian mengatakan itu bukan peran baginya.

“Saya sempat diminta, namun untuk (menelola) tim nasional, tentu tidak,” kata Blanc pada Le Parisien, yang mengatakan bahwa dia sedang membicarakan posisinya di Amerika . “Ini sangat sulit jika Anda bukan dari negara itu. Tim nasional harus membuat seluruh nadi tim bergetar. Jadi, saya menolaknya. “.

Ada beberapa kebingungan mengapa Blanc dan agennya menyinggung tentang peran kepelatihan timnas Amerika, pasalnya Presiden Sepak Bola AS yaitu Sunil Gulati, memastikan dengan jelas bahwa mereka tidak pernah menawari pekerjaan itu kepadanya.

“Sepak Bola AS belum mendekati Laurent Blanc tentang melatih USMNT,” kata Gulati kepada Sports Illustrated. “Kami belum mengadakan diskusi formal dengan kandidat manapun yang mungkin pada saat ini dalam pencarian pelatih kami.”.

Blanc sendiri sempat mengungkapkan bahwa persyaratannya untuk melatih sebuah klub sepak bola, adalah klub tersebut memiliki bahasa yang ia kuasai. Dan ini berarti ia mungkin melatih klub yang berada di lima liga teratas Eropa kecuali Bundesliga, karena ia tak pernah bermain di Jerman.

“Bundesliga adalah liga yang hebat tapi saya tidak bisa berbicara bahasa. Sulit mengelola pemain saat Anda tidak bisa berkomunikasi. “.

Ia juga menambahkan, “Saya tahu saya rewel, hanya klub besar yang menarik perhatian saya. Jika tidak, saya akan menghadapi fakta dan memikirkan hal lain. “.