Jann-Fiete Arp, Hamburger SV, Germany, Timnas Jerman

Jann-Fiete Arp – Hamburger SV

Aksi striker berusia 17 dari Hamburger SV yaitu Jann-Fiete Arp, mengingatkan kita pada striker Tottenham Harry Kane, dimana dari usia belia, Ia mampu rajin menjebol gawang lawannya. Dan memang bukan kebetulan, karena pemain muda tersebut melihat bintang Tottenham sebagai model idolanya, yang terbukti dalam gayanya. Ia sangat bagus di area penalti, tapi juga mobile dan menyediakan banyak ruang untuk rekan setimnya. Namun dia menolak untuk disamakan dengan Kane, karena ia tak fokus pada satu idola.

“Tidak masuk akal untuk mencoba dan menyalin hanya satu pemain. Anda harus mencoba dan memilih keterampilan terbaik dari pemain yang berbeda,” kata striker tersebut.

Memang butuh waktu lama untuk Kane sebelum mendapat kesempatan pertamanya secara nyata untuk membuktikan dirinya di Spurs. Saat itu ia mendapat kesempatan pada usia 20 namun Arp tidak perlu menunggu selama itu dan sepertinya Ia ditakdirkan untuk menjadi bintang di Hamburg sejak bergabung dengan akademi tersebut tujuh tahun lalu.

Terkadang digunakan di pertahanan tengah karena tingginya dan kekuatan fisiknya. Namun pelatihnya segera mengerti dengan ketajamannya, ia harus bermain dalam serangan. Hasilnya pun sensasional, dan Arp bahkan mencetak 16 gol dalam satu laga junior saat Hamburg menang 22-0. Musim lalu, dia menjebol 26 kali di liga remaja, dan sempat diberi nama Pemain Terbaik dalam kelompok umurnya, dan menerima apa yang disebut “Fritz-Walter-Medaille.”

Memang dalam beberapa tahun terakhir, Hamburg tampaknya telah mengalami masalah tanpa henti dan untungnya selalu selamat dari zona degradasi. Penggemar yang telah lama menderita kekecewaan, sangat menginginkan pahlawan baru dan Arp dipandang sebagai penyelamat potensial.

Horst Hrubesch ¬†yang memberikan medali Fritz-Walter-Medaille kepada Arp, mengatakan “Anak laki-laki itu memiliki sesuatu. Sebenarnya dia punya segalanya. Jarang Anda bisa melihat pemain yang bisa menghasilkan gol dari nol, saya percaya dia bisa membuka jalan untuk Hamburg.”

Namun pernyataan semacam itu membuat beberapa ahli khawatir. Uwe Seeler, sebagai pemain Hamburg terbesar yang mencetak gol untuk klub pada usia 17, mengatakan: “Jangan membebankan Fiete. Terlalu banyak tanggung jawab, tidak baik untuk pemain muda seperti itu. Jangan kehilangan kebebasan mereka di bawah tekanan. ”

Namun, sangat sulit untuk membuat orang tidak membicarakan bintang muda tersebut. Potensinya jelas bagi semua orang untuk dilihat dan Arp sudah dianggap sebagai aset masa depan untuk tim nasional.

Dengan Mario Gomez yang sedang berada di puncak, satu-satunya striker sentral murni yang diangkut Joachim Low adalah Sandro Wagner yang berusia 29 tahun. Timo Werner dari RB Leipzig juga berpotensi menjadi superstar, tapi dia tipe pemain yang berbeda, yang mendasarkan permainannya dari kecepatan dan transisi.

Jika Arp dapat memenuhi potensinya – seperti yang Kane lakukan untuk Inggris – maka Jerman bisa memiliki pemain di area penalti selama bertahun-tahun yang akan datang dan tetunya, Hamburg.