Ronaldo, Neymar, Barcelona, Paris saint Gremain, Brasil

Ronaldo Neymar

Legenda sepak bola Ronaldo belum lama ini mengungkapkan bahwa pergerakan pencetak pemain termahal didunia yang sensasional yaitu Neymar serupa situasi dengan pintu keluarnya dari  Barcelona.

Mantan pemain bintang Brasil itu menikmati satu musim yang luar biasa di Camp Nou, dimana ia telah mencetak 34 gol dalam kompetisi La Liga dengan 37 penampilan sebelum berangkat ke Inter menjelang kampanye 1997-98.

Padahal dengan penampilannya di Camp Nou saat itu, membantunya menjadi Pemain Terbaik Dunia FIFA tahun 1996 dan 1997, namun ia merasa tidak bahagia dan negosiasi kontraknya macet, dimana Inter Milan  kemudian menukarnya untuk membayar klausul pembebasannya.

Memang biaya penebusannya tak semahal dengan penebusan Neymar yang spektakuler, meskipun dikonfersi dengan nominal saat itu. Pergerakan Neymar sendiri bernilai degnan angkan 222 juta euro tersebut tentu mengejutkan dunia sepakbola pada bulan Agustus lalu, dimana PSG bersikeras melawan Barca melanggar peraturan Financial Fair Play.

Kabar saat itu mengungkapkan bahwa Neymar telah merasa frustrasi dengan hirarki klub tersebut, dan Ronaldo mengungkapkan bahwa ia memiliki masalah yang sama.

“Neymar keluar dari Barca seperti saya,” kata pemain berusia 41 tahun itu kepada Veja. “Saya pergi ke Inter dimana saat liga Italia lebih kuat dari Prancis sekarang. ”

“Saya tidak memiliki rincian dan saya tidak tahu apa yang ada di balik negosiasi [untuk Neymar]. Mungkin semuanya berasal dari masalah dengan dewan Barcelona, ​​seperti yang terjadi pada saya. Saya akan melakukannya lagi  (pindah klub). ”

Ronaldo, yang pensiun pada tahun 2011 lalu yang menggantung sepatunya di Sport Club Corinthians Paulista, Brasil, memang ingin terlibat dalam operasional klub, namun bukan peran sebagai pelatih, sesuatu yang “tidak dapat dia bayangkan” yang ingin dilakukannya.

Dia berkata: “Saya sedang mencari klub untuk menjadi manajer tim umum. Saya ingin memiliki pengalaman seperti ini, di Brasil atau di tempat lain, sementara kami menjalankan akademi sepak bola. “.

“Saya benar-benar mengesampingkan kepelatihan tim dalam hidup saya, saya tidak bisa membayangkan 25 pemain mengganggu saya setiap hari, melakukan segala kemungkinan untuk memerdaya saya.”.