Pablo de Blasis mainz 05, Pablo de Blasis, mainz 05, Bundesliga, Liga Jerman

Pablo de Blasis mainz 05 paling kecil diantara rekannya

Pemain sayap Mainz 05 yaitu Pablo de Blasis memiliki tinggi dibawah rata-rata pemain sepak bola, namun pemain asal Argentina itu telah membuktikan sejak dia tiba di Jerman dirinya mampu membawa hal baik yang datang dalam tubuh kecilnya.

Para pendukung Mainz menemukan bakat de Blasis dengan cara yang sulit. Pada bulan Agustus 2014, mereka menyaksikan dengan dirinya meraih kemenangan kandang untuk mantan timnya yaitu Asteras Tripolis dengan skor 3-1. Saat Mainz, menghadapi pemain dari Yunani tersebut dalam pertandingan UEFA Europa League di babak playoff, dan Blasis membuat satu gol dan satu assist.

Ternyata performanya berubah menjadi jalan yang mengubah hidupnya. Direktur olahraga Mainz yaitu Christian Heidel sangat terkesan sehingga dia bisa berhubungan dengan de Blasis untuk beralih ke Bundesliga. Pada akhir bulan itu, dia pun berhasil telah menandatangani kontrak tiga tahun sebesar 1,2 juta Euro..

“Pablo de Blasis meyakinkan kami akan kualitasnya di Liga Europa,” kata Heidel saat itu. “Dia akan memberi tim kami dorongan segar dan memungkinkan kita untuk lebih fleksibel dalam menyerang.”

Sang pemain pun juga mengungkapkan kepada kicker tentang keputusannya saat itu dan mengatakan, “Itu adalah keputusan yang mudah bagi saya, karena Bundesliga adalah kejuaraan yang lebih besar daripada Liga Super Yunani. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, ketika saya masih muda, saya selalu ingin bermain di Inggris, Spanyol atau Jerman. Di Bundesliga semuanya lebih cepat, ini adalah sepak bola yang sempurna.”

Mainz juga dengan senang hati untuk segera merekrut pemain berusia 26 tahun saat itu. Dan kini pemain bernomor punggung 32 tersebut telah menjalani musim keempat bersama dengan 05ers, dan telah menandatangani perpanjangan kontrak satu tahun, pada  Agustus kemarin. Dia mungkin salah satu pemain terkecil di Bundesliga, tapi kepribadiannya yang lebih besar dari kehidupan di lapangan membuatnya menjadi favorit di Opel Arena.

“Bila Anda memberi 100 persen, para penggemar mengetahuinya dan menghargainya. Siapa pun bisa memiliki bakat, tapi belum tentu sikap yang menyertainya. ” ungkapnya kepada Diario Hoy, sebuah surat kabar yang berbasis di kota asalnya, La Plata.