jupp heynckes carlo ancelotti, jupp heynckes, carlo ancelotti, Bundesliga, Liga jerman,

Jupp Heynckes Carlo Ancelotti

Baryen Munich memang telah memiliki pelatih baru setelah mereka mengosongkan posisi jabatan kepala kepelatihan yang sebelumnya dikuasai oleh Carlo Ancelotti. Klub sepakbola raksasa Jerman tersebut telah menunjuk pelatih lamanya yaitu Jupp Heynckes, yang pernah membimbing di Alianz Arena bahkan sampai tiga kali. Dan penunjukaannya yang keempat tentu akan menjadi bahan spekulasi pakar bola apakah Ia bisa membawa Bayern ke puncak kekuatannya.

Memang Heynckes memiliki catatan bagus disetiap kehadirannya di Bayern, misalnya saja, pada penunjukkkannya yag kedua di tahun 2009, dimana Ia bisa menggantikan Jurgen Klinsmann, yang membawa Bayern dalam bahaya melewatkan babak kualifikasi Liga Champions. Heynckes akhirnya mampu meraih peringkat kedua klasemen.

Di kehadirannya yang ketiga terutama di musim 2012-2013, ia mampu membawa Bayern menyabet tiga gelar juara sekaligus, yaitu DFB-Pokal/ German Cup, Bundesliga dan juga Liga Champions yang merupakan catatan sejarah Bayern untuk pertama kalinya.

Kini Ia hadir kembali untuk menggantikan Ancelotti, yang memiliki awal ora musim yang lemah ditambah sebuah kekalahan dan sebuah permainan imbang di Bundesliga serta dilanjutkan dengan kekalahan di kompetisi Liga Champions, saat menghadapi Paris Saint Germain dengan skor mengejutkan 3-0.

Saat ditanya tentang kepulangannya setelah empat tahun masa jabatan terakhirnya, , dia berkata “Tentu saja, ada orang yang skeptis – sepak bola telah berubah, tapi belum ada yang mengubah secara total menjadi baru. “.

“Kita hidup di dunia yang sangat serba cepat dan tak pernah lelah. Sepak bola adalah tepat di tengah itu, Tugas saya di Bayern adalah memperlambat dan menenangkan segala sesuatunya, seseorang hanya bisa mendapatkan kekuatan dari ketenangan.”.

Heynckes menekankan rasa hormatnya kepada pendahulunya Ancelotti dan menambahkan: “Dia seorang gentleman, tapi setiap pelatih hebat telah mengalami situasi yang sama ketika tidak lagi bekerja lebih lama. Namun, dia memenangkan kejuaraan Jerman musim lalu dan itu adalah target utama pelatih Bayern manapun. Saya sangat menghormatinya.”

Presiden Bayern yaitu Ulie Hhoeness memuji ¬†driinya sebagai “solusi terbaik” dan berkata: “Saya sangat senang sahabat saya kembali ke Bayern.”, sementara disisi lain, CEO Bayern yaitu Karl-Heinz Rummenigge, mengatakan bahwa mereka belum berencana untuk membuat pengumuman di tahun ini untuk penunjukkan pelatih tetap mereka di awal kompetisi musim depan.