Pep Guardiola Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, Liga Inggris, Premeir League, Liga Jerman, Bundesliga

Pep Guardiola Carlo Ancelotti

Bos Manchester City saat ini yaitu Pep Guardiola telah menyatakan simpati untuk pelatih yang menggantikannya di Allianz Arena, dimana Carlo Ancelotti itu telah dikeluarkan dari jabatannya kemarin.

Bayern berpisah dengan mantan pelatih AC Milan, Chelsea dan juga Real Madrid pada hari Kamis, setelah menelan kekalahan telak dengan skor 3-0 di Paris Saint-Germain. Saat itu Ia sedang menjalani kompetisi Liga Champions putaran kedua, namun kekalahan tersebut merupakan salah satu sebab ia dikeluarkan dari klub dimana alasan lainnya karena hubungan dengan sejumlah anggota skuadnya yang berpengalaman tidak berjalan harmonis.

Guardiola telah memenangkan kompetisi Bundesliga di setiap tiga musim di Allianz Arena antara 2013-14 dan 2015-16, dan diiringi dengan dua kemenangan DFB-Pokal, sementara Ancelotti berhasil melanjutkan perjuangan untuk membawa Bayern ke menjadi jawara Bundesliga yang kelimanya secara beruntun.

Namun, penampilan yang tidak meyakinkan selama pra-musim lalu, ternyata masih mengiringi ke dalam dalam kampanye saat ini, dimana kali ini dan Bayern saat ini berada di luar kecepatan di Bundesliga. Mereka kini bertengger di posisi ketiga klasemen terpaut tiga poin di bawah pemuncak klasemen yang diisi oleh Borussia Dortmund.

Manchester City sendiri berada di puncak klasemen Liga Primer, dan sedang bersiap untuk mengunjungi juara Premier League musim lalu yaitu Chelsea pada pekan ini. Pada sebuah konferensi pers pra-pertandingan, Guardiola sangat antusias untuk tidak berpihak saat menghadiri acara di Bavaria.

“Saya memiliki apresiasi yang besar untuk Carlo Ancelotti, juga untuk Bayern Munich. Ketika seorang manajer dipecat dari sebuah tim, kami berada di dekat manajer lain,” katanya. “Saya menyesal, dimana saya sekarang berkat Bayern Munich, saya berterima kasih kepada mereka karena telah memberi saya kesempatan. Dan bagi Carlo Ancelotti, semoga dia sangat beruntung untuk masa depan.”

Sementara itu, Guardiola juga sedang bergabung dengan bek Barcelona Gerard Pique dalam mengungkapkan dukungan untuk referendum kemerdekaan Catalan, yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini juga, di tengah meningkatnya ketegangan politik di wilayah asalnya.

Pemerintah nasional Spanyol di Madrid telah berjanji untuk menghentikan polling tersebut, mempertahankan pemungutan suara akan menjadi inkonstitusional.  “Ini akan menjadi hasil yang baik jika kita dapat memilih, seperti yang dikatakan Pique kemarin,” kata Guardiola, yang menjanjikan dukungannya pada referendum tersebut di depan umum pada bulan Juni.

“Jika orang bisa mengekspresikan dengan damai dan dengan kebebasan, semoga ini akan menjadi perayaan demokrasi.”.