Pep Guardiola Benjamin Mendy, Pep Guardiola, Benjamin Mendy, Benjamin Mendy  Vadim Vasilyev,  Benjamin Mendy to Manchester City, Ligue 1, Liga Prancis, Benjamin Mendy AS Monaco

Pep Guardiola – Benjamin Mendy

Vadim Vasilyev  yang merupakan Wakil presiden dari AS Monaco, mengakui keinginan besar mantan fullback-nya yaitu Benjamin Mendy untuk meneruskan karirnya di Manchester City dibandingkan dikubunya, membuatnya mustahil untuk mempertahankannya.

Memang Mendy dengan cepat berhasil menjadikan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik sepakbola dunia dengan gaya permainannya yang kuat. Penampilannya dimusim lalu mampu membuat klubnya berhasil merebut gelar Ligue 1, pertama dalam 17 tahun terakhir dan mengakhiri dominasi Paris Saint-Germain. Bahkan Ia membantu timnya juga mencapai babak semifinal Liga Champions.

Dengan kemenangan yang mengejutkan tersebut, banyak raksasa Eropa yang mengirimkan proposalnya masuk mendapatkan bintang klub Monaco, seperti Kylian Mbappe, Bernardo Silva dan tentu saja Mendy. Namun wakil presiden Monaco mengungkapkan bahwa keinginan Mendy untuk bermain dibawah asuhan Pep Guardiola yang sangat besar, dan memaksanya menjual sang pemain menuju Manchester City.

Sebelumnya Vasilyev percaya bahwa dia bisa menahan pandangan Mendy agar tidak berpaling menuju klub yang memintanya dan Ia pun berhasil. Namun tidak ada yang bisa dia lakukan untuk menghentikan langkah sang pemain begitu Guardiola terlibat.

“Untuk sementara, kami bisa menahannya,” kata Vasilyev kepada L’Equipe. “Dan kemudian, kami pikir ulang – meskipun tawaran yang kami miliki untuknya cukup baik dan dia telah menunjukkan bahwa dia ingin pergi – apakah dia bisa memiliki musim lain seperti pertandingan musim lalu?” ungkapnya.

“Awalnya, saya bilang, ‘tidak, kamu tinggal’. Dia menjawab: ‘Tapi Vadim, saya benar-benar ingin pergi ke City dan terhubung dengan Guardiola. Dalam banyak kesempatan dia berkata kepada saya: ‘Jika itu Chelsea, saya akan tetap tinggal, tapi jika itu adalah kesempatan untuk bekerja dengan Guardiola, saya ingin pergi.”.

Ia pun menambahkan “Dia telah berbicara terus terang dengan saya. Jadi, ketika City memenuhi harga yang diminta dan saat menjadi pembela termahal di dunia, tidak ada lagi argumen untuk menyertainya. Kami menimbang untuk dan terpaksa berkata kepadanya, “Baiklah, kamu bisa pergi.”

Vasilyev mengakui bahwa menahan Mendy untuk melawan kemauannya, mungkin akan memiliki dampak negatif dengan performa pemain. Ia mengatakan, “Dia anak yang baik tapi Anda tidak pernah bisa yakin tentang psikologi seorang pemain. Itu bukan hanya tawaran bagus; Itu adalah kemenangan mimpinya, manajer yang menjadi impiannya. “.