Franck Ribery Carlo Ancelotti, Franck Ribery, Carlo Ancelotti, Franck Ribery Carlo Ancelotti Bayern Munich, Bayern Munich, Bundesliga, Liga Jerman

Franck Ribery – Carlo Ancelotti

Setelah satu dekade sukses membela klub sepakbola raksasa di Jerman, Bayern Munich, Franck Ribery ingin menggantung sepatu di Bayern Munich. Meskipun demikian, Ia mengaku tergoda untuk menjauh dari juara Bundesliga sebelum karirnya berakhir. Ia sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan klub Bavaria, namun belum bisa menentukkan klub mana yang akan ditujunya.

Memang pemain timnas Prancis yang berusia 34 tahun itu telah menikmati kesuksesan yang spektakuler sejak kepindahannya dari Marseille pada musim panas 2007 lalu. Ia pun telah membantu klubnya memenangkan tujuh gelar Bundesliga, lima DFB-Pokals, Liga Champions dan Piala Dunia Klub, yang menghiasi lermari trophinya.

Namun selama beberapa musim terakhir Ia telah berjuang dengan cedera yang dideritanya beberapa kali dan pada kampanye 2017-18 ini, Ia telah memulainya dengan performa yang kuat, membantu Bayern untuk mengklaim gelar juara DFL-Supercup melalui adu penalti menghadapi Borussia Dortmund sebelum meraih kemenangan di DFB-Pokal di Chemnitzer. Ia juga membantu klubnya unggul atas Bayer Leverkusen dan Werder Bremen dalam kompetisi Bundesliga.

Pemain sayap tersebut mengatakan bahwa ia akan dengan senang hati menyelesaikan karirnya di Allianz Arena namun Ia tidak dapat melepaskan keinginan untuk mencoba peruntungannya di luar negeri setelah satu dekade di Jerman.

“Saya ingin memenangkan Liga Champions sekali lagi Itulah impian saya, itulah adrenalin saya, motivasi saya,”” katanya kepada Bild.

Saat ditanya apakah kemenangan di kompetisi Eropa itu akan membuatnya Ia mengakhiri karirnya, dia pun menjawab. “Saya tidak dapat mengatakan apakah itu musim terakhir saya. Saya fit dan sehat Saya bisa bermain dua, tiga tahun lagi Saya suka sepak bola. Tidak mau duduk di rumah, saya mau bermain.”

“Saya ingin pensiun di Bayern. Saya ingin tinggal di sini sampai akhir karir saya, tapi pindah ke luar negeri juga ada di belakang kepala Saya.” tambahnya.

Ribery menegaskan bahwa dirinya memiliki pemahaman yang baik dengan pelatihnya saat ini yaitu Carlo Ancelotti, dimana dia harus mengatur waktu permainannya.

“Saya selalu ingin bermain, saya selalu lapar, saya selalu ingin menang, tapi saya tahu sekarang bahwa saya kadang butuh istirahat, saya bisa mengerti kalau saya dicadangkan setelah tiga atau empat pertandingan,” katanya.

“Kami memiliki hubungan yang baik. Kami sangat berterus terang. Kika kami harus berbicara, kami berbicara. Tenang, normal. Jika dia ingin mengatakan bahwa dia ingin Saya berada dibangku cadangan esok harinya, dia mendekati saya.”.