Thomas Tuchell, Ousmane Dembele Borussia Dortmund to Barcelona, Ousmane Dembele Borussia Dortmund, to Barcelona, Ousmane, Dembele Borussia Dortmund to Barcelona, Ousmane Dembele to Barcelona, Borussia Dortmund , Bundesliga, liga Spanyol, Liga Jerman, La Liga

Thomas Tuchell – Ousmane Dembele

Mantan pelatih Borussia Dortmund yaitu Thomas Tuchel telah mengatakan bahwa dia dapat memahami keputusan Ousmane Dembele untuk meninggalkan Borussia Dortmund ke Barcelona, pasalnya bermain untuk raksasa Liga Spanyol itu selalu menjadi tujuan dan impian besarnya selama ini.

Dalam sebuah wawancara dengan Sky Germany, sang pelatih berusia 44 tahun tersebut mengatakan bahwa dia semakin bersemangat dengan sepak bola lagi. Namun Ia menolak berkomentar mengenai kabar yang mengaitkannya dengan jawara Liga Primer di Inggris, dimana Ia menjadi salah satu kandidat untuk mejadi pengganti Antonio Conte. Saat ditanya mengenai mantan anak asuhnya di Dortmund yang pindah menuju Barcelona, yaitu Ousmane Dembele, ia pun angkat bicara.

“Sudah dalam pembicaraan pertama yang kami lakukan bahwa Ousmane mengungkapkan perasaannya bahwa ini adalah tujuan dan impian besar untuk pindah ke Barcelona,” kata Tuchel. Namun ia juga ¬†menambahkan bahwa dirinya tidak bisa berkomentar panjang lebar mengenai situasi secara aktual menjelang kepindahannya dari Prancis ke Spanyol. “Saya tidak terlibat dalam prosedur dan tidak tahu mengapa dia melakukannya.”

Dalam sebuah wawancara dengan Die Zeit, Tuchel juga menambahkan bahwa istrinya telah memperingatkannya bahwa dia akan kehilangan pekerjaannya di Dortmund, meskipun dia yakin dapat bertahan.

Hal itu terjadi saat Tuchel memasuki pembicaraan dengan direksi Dortmund yang percaya situasinya dapat diatasi, meskipun istrinya mengatakan kepadanya bahwa dia akan “kembali dalam 20 menit.”

Dia menambahkan: “kejadiannya saat itu di hotel, bukan di klub, dan saya pikir Anda tidak akan pernah tahu, ternyata kami bisa menyelesaikan masalah saat makan siang.”

Tuchel dan agennya Olaf Meinking keluar dari hotel hanya dalam waktu 15 menit, dengan pelatih dipecat oleh CEO Hans-Joachim Watzke dan direktur olahraga Michael Zorc.

“Ketika kepribadian besar bertemu, akan ada gesekan. Dan, untuk cinta Tuhan, saya tidak selalu menjadi korban,” kata Tuchel.

Sementara itu, Watzke mengatakan kepada Bild am Sonntag bahwa dia berpikir untuk mengosongkan jabatannya di klub tersebut dalam kasus kekalahan di final DFB Pokal melawan Eintracht Frankfurt, yang dimenangkan Dortmund 2-1.

“Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, baterai saya habis setelah musim lalu,” kata Watzke. “Seandainya kami kehilangan piala terakhir, pasti akan saya turunkan.”.

Memang dalam asuhannya dari musim 2015 lalu, Ia gagal membawa Dortmund kepuncak klasemen, namun setidaknya Ia mampu membawa tim ke tiga besar. Di musim perdananya Dortmund menjadi runner up dan di musim keduanya mereka harus mengakhiri kampanye dengan berada di tempat ketiga. Dan itulah yang membuat pembesar klub melepaskannya dimusim panas lalu.