gianluigi donnarumma-italia

Kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma, mendapat perlakuan buruk dari suporter ketika bermain dengan timnas U-21 Italia menghadapi Denmark. Talenta muda berusia 18 tahun itu dilempari uang palsu.

Dalam perduelan di partai grup C Piala Eropa U-21 yang berlangsung di Stadion Miejski tepatnya di Minggu (18/6/2017) waktu setempat. Timnas Italia berhasil menang 2-0 dari Denmark dalam pertandingan itu. Gol-gol Italia masing-masing diciptakan oleh Lorenzo Pellegrini di menit 54 dan Andrea Petagna di menit 86.

Dengan kemenangan tanpa kebobolan gol, seharusnya Donnarumma patut diberikan pujian lantaran membukukan clean sheet dalam laga ini. Namun, ia malah mendapat sindiran dari para suporter.

Berdasarkan yang dilansir dari salah satu media, sejumlah suporter mencoba menyindir Donnarumma dengan melempari kiper belia itu dengan uang palsu sedari paruh pertama. Bahkan, para suporter pun membentangkan spanduk bertuliskan ‘Dollarumma’ di belakangan gawang Italia. Sindiran ‘dollar’ itu sendiri merupakan upaya fans AC Milan mencemooh Donnarumma yang enggan meneken kontrak baru karena persoalan uang.

Kejadian ini pun sempat membuat laga diberhentikan sebentar guna membersihkan area gawang Italia. Sindiran ini memang sepenuhnya dilakukan oleh para fans AC Milan dengan alasan kecewa pada pilihan Donnarumma yang enggan meneken kontrak baru di Rossoneri.

Kontrak Donnarumma dengan Milan sendiri akan segera berakhir di Juni 2018 nanti, jelas situasi ini membuat pihak klub sedikit kesulitan. Pasalnya, Milan memiliki dua opsi yakni langsung menjual Donnarumma di bursa transfer tahun ini ataupun mengoptimalkan jasanya dalam semusim lagi dengan konsekuensi kehilangan si pemain secara gratis tanpa biaya.

Seandainya dilepaskan AC Milan, Donnarumma pastinya akan memperoleh uang yang banyak mengingat para peminatnya merupakan klub-klub besar Eropa, yakni seperti Juventus dengan Real Madrid.

Ada juga kabar kalau AC Milan mungkina saja menahan Donnarumma dengan sanksi dicadangkan selama setahun. Semua hal ini pun sepenuhnya ada di tangan manajer Vincenzo Montella.