maurizio sarri

Pelatih Napoli, Maurizio Sarri, bertekad membawa timnya berkembang lebih oke lagi. Sang manajer juga menegaskan kalau ia masih memiliki pekerjaan yang belum diselesaikannya.

Sarri bisa membawa Napoli menempati peringkat 3 di klasemen akhir Serie A 2016/2017, sekaligus berhasil memecahakan sebuah rekor poin terbanyak. Torehan 86 poin dari 38 pertandignan yang mereka catatkan menjadi pencapaian terbesar di sepanjang masa klub, walaupun harus menerima kenyataan bahwa mereka kalah bersaing dengan Juventus dengan AS Roma yang finis 1 dan 2 secara berurutan.

Torehan poin itu juga memperlihatkan peningkatan dari musim kemarin, yang mana Napoli hanya bisa membukukan total 82 poin. Walaupun begitu, dalam periode tersebut 82 poin malah sudah bisa membawa mereka finis di peringkat 2 klasemen.

Di luar hal itu, Sarri merasa kalau dirinya belum menuntaskan pekerjaanya di Napoli dan masih bisa mendedikasikan banyak untuk klub Italia itu. Setelah memperoleh penghargaan Enzo Bearzot serta jadi manajer Italia terbaik di sepanjang musim ini, peracik taktik 58 tahun itu optimis bisa mengantarkan timnya meraih hasil yang lebih positif.

“Perasaan saya saat ini mengatakan kalau saya belum berakhir di Napoli. Saya masih memiliki sebuah tugas yang ingin diselesaikan. Saya amat tak khawatir mengenai masa depan,” katanya.

“Saya memiliki jalinan yang terbilang spesial bersama kota ini dan para fansnya sudah senantiasa ada di belakang saya. Bahkan usai hasil-hasil seri sekalipun, para fans bisa menerima hal hasilnya.”

“Saya kira itu merupakan sebauh contoh dari kultur superior serta saya mendedikasikan penghargaan ini buat mereka, sebab saya belum bisa mempersembahkan mereka hadiah sejatinya yang ingin saya berikan,” ujarnya, yang dilansir dari salah satu media.

“Kami tampil kompetitif serta kami mengerahkan yang terbaik di tiap turnamen musim ini. Dalam hal strategi kita tak lebih rendah dari tim manapun, dan saat ini kita mempunyai banyak pemain muda berbakat,” tutupnya.