mario balotelli

Nice sempat dipertanyakan publik terkait keputusannya untuk merekrut Mario Balotelli pada awal musim lalu. Namun, di akhirnya mereka bisa membungkam keraguan tersebut.

Balotelli sebelum direkrut Nice merupakan sosok pesepakbola yang kariernya suram dalam 2 musim terakhir. Gagal tampil cemerlang di musim perdana bersama Liverpool, Balotelli kemudian direkrut AC Milan dengan status pinjaman dan hasilnya pun serupa.

Setelah masa pinjamannya habis dan pulang ke Liverpool, Balotelli masih harus menghadapi kenyataan pahit lantaran tak dipakai oleh pelatih Juergen Klopp, pada akhirnya ia dilepaskan ke Nice dengan status bebas transfer. Awalnya banyak orang-orang yang mempertanyakan keputusan Nice untuk merekrut si pemain.

Namun Balotelli mampu merespon keraguan tersebut walaupun harus melalui proses tidak gampang. Apalagi Balotelli masih bermasalah di lapangan karena sering mendapat kartu kuning maupun merah, ditambah kontribusinya yang tidak konsisten.

Jelang minggu pamungkas di Liga Prancis, Balotelli telah membungkan keraguan publik melalui torehan 13 golnya dari 23 pertandingan dan sudah mengantarkan Nice masuk ke babak play-off Liga Champions 2017/2018. Lebih lagi, Balotelli sempat mengantarkan Nice menempati peringkat 1 klasemen di awal musim.

“Kami mesti jelaskan dengan terus terang, lantaran di awalnya pasti orang-orang menanyakan – ‘Apa ini akan bekerja dengan oke?’,” kata peracik taktik Nice, Lucien Favre, kepada salah satu media

“Tak gampang memperkirakan hal itu. Namun sekali lagi, saya senantiasa tegaskan di sepanjang musim ini, dia sudah membantu kami. Dia menciptakan banyak gol, saya kira di bulan September, dia menyumbangkan banyak poin serta membuat mentalitas tim meningkat,” lanjutnya.

“Malah di bulan-bulan sulitnya pada Januari-Februari. Kami masih bisa membukukan hasil 0-0, 1-1… Usai itu, ia kembali merosot. Kekurangannya yakni konsistensi.”

“Saya amat berhasrat untuk mendatangkan Balotelli. Kami tak memiliki banyak jalan keluar, namun kami bahaskan itu dan kemudian saya kira itu ide yang oke.”

“Di akhirnya itu merupakan ide yang amat oke. Dia amat membantu Nice. Dari sisi pemasaran pun, kami akui bahwa dirinya amat membantu. Ini pun membuatnya comeback lagi usai masa suram di Liverpool. Dia menjalani latihan bersama tim belia.”

“Dia memperliahtkan hal yang luar biasa di Nice. Liverpool menempati peringkat 4 dalam Liga Inggris, sedangkan Nice peringkat 3 di Prancis. Saya tak tahu apakah ada perbedaan superior di antara keduanya,” tandas Favre.