Jamie Vardy mengkalim kalai dirinya sempat medapat sebuah ancaman pembunuhan usai dikeluarkannya Claudio Ranieri dari posisinya sebagai seorang pelatih. Vardy bilang bahwa keluarganya pun jadi kena getah berupa incaran kemarahan dari para pendukung.

Ranieri dikeluarkan Leicester pada bulan Februari kemarin, 9 bulan usai berhasil membawa mereka menjadi juara di ajang Premier League. Leicester memiliki alasan bahwa mereka perlu adanya perubahan untuk dapat terhindar dari zona degradasi.

Beberapa kabar selanjutnya mulai terdengar yang salah satunya mengatakan kalau ada sebuah pertemuan antara sejumlah pemain senior Leicester dengan pemilik klub sebelum akhirnya keputusan untuk keluarkan sang pelatih diputuskan. Rumor tersebut kemudian tidak dibenarkan.

Namun hal tersebut tidak akan menghentikan ancaman yang tertuju pada Vardy. Pemain striker Leicester tersebut kemudian akui kalau ia dan keluarganya sampai mendapat ancaman pembunuhan.

“Hal tersebut amat menakutkan,” ucap Vardy.

“Saya baca sebuah kabar yang bilang kalau saya ikut ambil bagian secara pribadi pada sebuah pertemuan usai berakhir laga berhadapan dengan Sevilla saat yang sesungguhnya ialah saya duduk di tempat tes anti-doping selama 3 jam.”

“Namun selanjutnya berita tersebut tersebar, semua orang percaya dan Anda diberi ancaman pembunuhan yang berhubungan dengan keluarga, anak-anak, semuanya.”

“Saat banyak orang berusaha lakukan sebuah kejahatan pada istri Anda saat ia tengah berkendara bersama anak-anak duduk di belakang, hal tersebut bukan keadaan yang paling baik,” imbuh dia.

Leicester sekarang telah memutushkan kalau Craig Shakespeare diangkat menjadi pengganti posisi yang sebelumnya diduduki Ranieri. Bersama Shakespeare, Leicester menangkan 4 laga terakhirnya dan juga masuk ke babak perempatfinal Liga Champions.