Pochettino and Sampaoli

Barcelona seperti sedang ada dalam salah satu musim terburuknya dalam delapan tahun terakhir. Saat jarak dengan Real Madrid di puncak klasemen La Liga tidak segera bisa dipangkas. Mereka kini tertinggal satu poin namun Madrid punya dua pertandingan sisa lebih banyak. Sementara di kompetisi lain, Blaugrana malah terancam terdepak dari Liga Champions.

Di tengah pekan ini Barcelona kalah dari Paris Saint-Germain dengan skor telak 0 – 4. Lionel Messi dan rekan-rekan memang akan bermain di Camp Nou pada partai putaran kedua, namun untuk meraih kemenangan minimal dengan keunggulan 5 gol untuk membalikkan keadaan jelas bukan misi yang mudah.

Para pendukung Barcelona tidak hanya mempersoalkan skor akhir di Paris. Yang menjadi pertanyaan mereka adalah Barcelona bermain tidak seperti Barcelona di malam itu. Barca di bawah Enrique dianggap sudah meninggalkan filosofi yang dibangun pondasinya oleh Johan Cruyff, walaupun itu sebenarnya bukan hal baru sejak Enrique mulai menangani Los Cules. Dan kini masa depan Enrique jadi taruhannya.

“Sebelum lawatan ke Paris, pilihan ada di Luis Enrique apakah dia akan memperpanjang kontraknya atau tidak, Barcelona senang mempertahankan dia. Kini situasinya berubah, dan jajaran manajemen menyadari ada pemain-pemain yang berpikir Luis Enrique seharusnya diganti,” ucap salah seorang konributor SkySports, Guillem Balague.

“Dan para pemain merasa Luis Enrique hengkang dari Camp Nou. Sedikit kritik dari Sergio Busquets dan Andres Iniesta yang keluar setelah pertandingan melawan PSG menunjukkan kalau bintang-bintang klub tersebut merasa Barcelona perlu sesuatu yang baru,” lanjutnya.

Balague juga mengatakan bahwa saat ini ada dua nama yang sudah ada di meja manajemen Barca untuk menjadi pengganti Enrique. Yang pertama adalah manajer Sevilla, Jorge Sampaoli. Kandidat lainnya adalah Pochettino, yang saat ini menjadi nahkoda Tottenham Hotspur.