massimiliano allegriDengan aktifitas belanja besar-besaran di bursa transfer musim panas ini, Juventus berani menyambut musim baru dengan optimis. Manajer Bianconeri, Massimiliano Allegri, pun berani berbicara soal treble.

Juventus mengakhiri musim lalu dengan raihan dua gelar juara yakni Trofi juara Serie A dan trofi juara Coppa Italia. Kedua gelar tersebut melengkapi satu trofi yang sudah mereka menangkan sebelumnya, yakni Supercoppa Italia. Namun, di Liga Champions, Juventus kalah oleh Bayern Muenchen di babak 16 besar.

Setelah bermain imbang dengan skor 2 – 2 di putaran pertama, yang berlangsung di Turin, Juventus kalah 2 – 4 pada babak pertambahan waktu di Muenchen. Musim ini, setelah bermusim-musim berjaya di liga domestik, Bianconeri meningkatkan targetnya dengan menjadikan trofi Liga Champions sebagai target utama.

Ambisi Juventus itu mereka wujudkan dengan pembelian beberapa pemain top dunia, mulai dari Miralem Pjanic dari AS Roma, Daniel Alves dari Barcelona, hingga Gonzalo Higuain dari Napoli. Pembelian Higuain juga menunjukkan bahwa La Vecchia Signora mampu merekrut pemain mahal, di mana Higuain didapatkan dengan harga 90 juta euro, membuatnya tercatat sebagai pemain termahal sepanjang sejarah Serie A.

Allegri, yang mengatakan bahwa dirinya tidak ingin ada “terlambat panas” seperti pada kompetisi musim lalu, berharap timnya lebih konsisten musim ini. Ia juga mengakui bahwa gelar treble winners yakni Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions jadi targetnya di musim depan.

“Sangat penting bagi kami untuk mencatatkan start yang lebih baik daripada musim sebelumnya. Jadi, saat bulan Maret nanti, kami masih bisa melangkah dalam tiga turnamen sekaligus: Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia,” ungkap Allegri.

Allegri sempat membawa La Vecchia Signora melangkah hingga ke babak final Liga Champions pada 2014/2015. Namun, saat itu mereka kalah dari Barcelona.