Louis Van Gaal
Louis van Gaal sangat kecewa ketika mengetahui dirinya sudah resmi dipecat oleh manajemen Manchester United. Van Gaal merasa dia masih punya kemampuan memberikan banyak hal kepada United di masa depan.

Usai spekulasi soal masa depan Van Gaal berhembus dan semakin berhembus kencang pada awal pekan ini ketika mana banyak media Inggris memberitakan jabatannya akan dicopot oleh pihak manajemen klub, kubu Manchester United akhirnya mengonfirmasi berita tersebut.

Van Gaal secara resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai manajer sebelum kontraknya berakhir pada musim panas tahun depan. Trofi Piala FA yang baru saja didapatkan akhir pekan lalu ternyata tidak mampu menyelamatkan karier Van Gaal dari palu pemecatan.

Pemecatan Van Gaal ini diyakini karena MU tidak mampu bersaing di papan atas klasemen Premier League dan bahkan gagal lolos ke Liga Champions setelah hanya finis peringkat kelima.

Walaupun gagal total di Premier League musim ini, Van Gaal merasa dia bisa membuat prestasi MU membaik jika dia diberikan waktu satu musim lagi. Maka dari itu mantan manajer Bayern Muenchen tersebut merasa sangat kecewa.

“Saya sangat kecewa karena tidak mampu menyelesaikan rencana saya tiga tahun ini. Saya berharap kemenangan kami di Piala FA bisa mengembalikan mental pemain untuk mengembalikan kejayaan kami di musim depan.” demikian kata Van Gaal saat membuka kata perpisahan dengan MU.

“Bisa menangani sebuah klub seperti Manchester United adalah sebuah kehormatan untuk saya. Saya sangat bangga bisa membantu United memenangkan Piala FA untuk ke-12 kali sepanjang sejarahnya.”

Selama dua tahun membesut The Red Devils, Van Gaal sudah bertanding sebanyak 104 kali dengan catatan 54 kemenangan, 25 hasil imbang, dan 24 kekalahan. Rasio kemenangannya adalah 52,43 persen dan menjadi yang terburuk dalam kariernya sebagai seorang pelatih sejauh ini.