Zinedine Zidane

Zinedine Zidane

Jika saja kompetisi La Liga musim ini dimulai setelah Rafael Benitez dipecat oleh manajemen Real Madrid, kemungkinan Real Madrid yang akan menjadi juara. Tapi semuanya sudah terjadi, Barcelona yang menjadi juaranya.

Barcelona meraih juara usai mengalahkan Granada tiga gol tanpa balas di Estadio Los Carmenes, Sabtu 14 Mei 2016 dinihari WIB itu. Luis Suarez memborong tiga gol di laga itu sekaligus memastikan dirinya meraih gelar El Pichichi.

Los Blancos juga meraih kemenangan atas Deportivo La Coruna 2 – 0. Dua gol dibukukan oleh Cristiano Ronaldo. Namun tambahan tiga poin di laga pamungkas itu tidak cukup untuk melewati koleksi poin Barca. Madrid harus puas menutup laga sebagai runner-up dengan perolehan 90 poin.

“Setelah 38 pertandingan, kami harus mengakui jika Barcelona adalah juaranya. Mereka sangat layak mendapatkannya. Namun untuk para pemain saya, saya juga mengucapkan selamat untuk mereka. Mereka hebat,” ungkap Zidane usai mengetahui hasil laga Barca kontra Granada.

Melihat yang dibuat selama Madrid dipimpin Zidane, Los Merengues menorehkan prestasi yang lebih baik ketimbang Barca yang dibesut Luis Enrique. Berdasarkan data, Barca yang memainkan 21 laga, hasilnya adalah mereka meraih 17 kali kemenangan, satu kali meraih hasil kali dan menelan tiga kali kekalahan. Dari laga-laga Barca meraih 52 poin.

Sementara itu dalam 20 pertandingan Madrid dibawah asuhan Zidane, Madrid membuat 17 kemenangan, termasuk kemenangan 2 – 1 atas Barca, dua kali imbang, serta hanya menelan satu kali kelalahan. Kemenangan atas Deportivo La Coruna itu merupakan kemenangan ke-12 beruntun Madrid. Mereka mengumpulkan 53 poin.

Selain itu, Real Madrid masih bisa melanjutkan perjalanan mereka di Liga Champions. Bahkan, mereka berpeluang meraih trofi Liga Champions dengan menghadapi Atletico Madrid di babak final.