Manajer Atletico Madrid, Diego Simeone merasa puas timnya bisa lolos ke babak perempat final Liga Champions 2015/2016 meskipun itu bisa mereka dapatkan melalui adu penalti. Simeone menyebut jika adu penalti antara timnya melawan PSV Eindhoven lebih terlihat seperti permainan catur.

Atletico dan PSV harus menjalani babak adu penalti karena sama-sama tidak mencetak gol dalam putaran pertama ataupun di putaran kedua selama 120 menit. Los Rojiblancos akhirnya menyingkirkan wakil Belanda itu setelah menang 8 – 7.

Dalam jumpa pers pertandingan, Simeone mengungkapkan bahwa sebenarnya timnya sama sekali tidak berlatih adu penalti. Ia memberi tugas kepada asistennya, German Burgos untuk menentukan siapa-siapa saja yang harus menjadi eksekutor.

“Adu penalti kali ini lebih terlihat seperti permainan catur,” kata Simeone seperti yang dilansir di situs resmi milik UEFA.

Manajer berkebangsaan Argentina itu merasa jika timnya benar-benar kesulitan menghadapi PSV. Taktik yang ia terapkan untuk menerobos pertahanan PSV benar-benar dimentahkan. Tapi yang penting adalah anak-anak asuhnya berhasil melewati ujian ini dan lolos ke babak selanjutnya.

“Ini merupakan sebuah laga yang amat berat untuk kami. Kami berusaha melewati pertahanan mereka lewat Antoine Griezmann dan Yannick Ferreira Carrasco. Saat saya pikir sudah waktunya menurunkan Fernando Torres, saya melakukannya. Kemudian saya menurunkan Matias Kranevitter untuk memberikan keseimbangan di lini tengah.” ungkap Simeone.

“Tim mana pun yang melakukan kesalahan akan kalah. Tapi, tidak satu pun tim yang melakukan kesalahan dan pertandingan akhirnya berlanjut ke babak adu penalti.”

“Hasil imbang selalu membuat saya tegang. Lawan kami kali ini sangat hebat. Mereka bermain dengan formasi 5-3-2 dan mereka melakukannya dengan baik. Namun pikir kami menunjukkan keingingan yang lebih besar untuk memenangkan dua laga pada dua putaran ini,” tutup Simeone.