Atletico Madrid secara resmi telah mengajukan banding atas sanksi berupa embargo transfer yang dijatuhkan oleh FIFA. Los Rojiblancos berharap agar sanksi tersebut bisa ditunda hingga hasil banding keluar.

Atletico Madrid dan Real Madrid, dilarang melakukan aktivitas belanja pemain baru pada bursa transfer musim panas 2016 dan musim dingin 2017. Ini merupakan hukuman serupa yang pernah dijatuhkan pada tim La Liga lainnya, yakni Barcelona.

Sanksi tersebut dijatuhkan pada Atletico karena adanya pelanggaran dalam aktivitas transfer pemain di bawah umur 18 tahun dalam kurun waktu 2007 hingga 2014. Selain dijatuhi hukuman larangan transfer, Atletico juga dijatuhi denda sebesar 900 ribu franc Swiss atau sekitar Rp 12,3 miliar.

Menindak lanjuti hukuman tersebut, manajemen Atletico Madrid telah resmi mengajukan banding kepada Komite Banding FIFA.

“Kami telah mempelajari dokumen-dokumen yang kami terima pada 14 Januari lalu, pada hari ini kami telah memberi tahu Komite Banding FIFA jika kami mengajukan banding atas sanksi larangan dalam mendaftarkan pemain dalam dua bursa transfer mendatang,” tulis Atletico Madrid dalam situs resminya.

“Kami merasa sudah bertindak sesuai aturan yang berlaku dalam semua kasus. Kami juga meminta penundaan hukuman hingga hasil banding keluar.”

Real Madrid juga sudah menyatakan niat mereka untuk mengajukan banding, namun hingga saat ini belum ada pengumuman resmi jika mereka sudah melakukannya.