Guus Hiddink tidak terlalu serius dalam menanggapi pernyataan Pep Guardiola yang ingin melanjutkan karier melatihnya di Inggris, yang dianggap sebagian kalangan sebagai bentuk ancaman kepada manajer-manajer yang sekarang sedang berkarier di Inggris.

Guardiola masih akan menangani Bayern Muenchen hingga musim panas saat kontraknya berakhir pada musim panas tahun ini. Setelah itu besar kemungkinan ia akan melanjutkan kariernya di Inggris, seperti yang pernah diungkapkan oleh eks pelatih Barcelona itu.

Kemungkinan akan datangnya Guardiola ke Inggris tentu pada prosesnya akan membuat salah satu manajer di Premier League akan kehilangan pekerjaan. Itulah mengapa pernyataannya dianggap kurang tepat dan sedikit menyinggung.
guardiolaPengumuman tentang kepergian ketika masih menjabat sebagai pelatih di sebuah klub juga disebut sejumlah pihak lain akan bisa memunculkan rasa was-was tersendiri bagi klubnya saat ini.

Salah satu pihak yang kurang suka dengan pernyataan Guardiola dalam menyatakan keinginannya untuk melajutkan karier melatihnya di Inggris mulai musim panas nanti adalah Manajer Arsenal, Arsene Wenger. Wenger merasa jika pengumuna dini Guardiola akan membuat pelatih-pelatih tim besar di Inggris akan merasa posisinya terancam.

Berbeda dengan Wenger, Guus Hiddink yang saat ini sedang menjabat sebagai manajer interim Chelsea tersebut menganggap jika pernyataan Guardiola tersebut hanya merupakan ungkapan dari keinginannya saja tanpa bermaksud lainnya.

“Saya pikir Pep sedang tidak bermaksud untuk memberi tekanan kepada sebuah klub atau seorang manajer tertentu. Itu hanyalah sebuah ekspresi dari keinginannya” ucap Hiddink.